Free chat widget @ ShoutMix

Saturday, September 18, 2004

Wangsit

Kaisar pusing berat saat itu , situasi negara sedang dilanda kemelut yang berkepanjangan . Mahasiswa mulai ber-demonstrasi , Kurs Mata Uang Lokal terpuruk terus , Harga Sembako cenderung tetap , maksudnya tetap naik terus , Para Menteri-nya sudah berupaya untuk mengendalikan harga agar tetap dapat terjangkau oleh rakyat kecil. Masyarakat sudah mulai mempertanyakan bisnis yang dikerjakan oleh Para Putra Mahkota , semakin tambah pusing lagi karena rakyat mulai mengutik utik harta kekayaannya .Saking pusingnya dia memanggil Supir Pribadinya , dan berpesan pada Para Cantrik-nya untuk tidak memberi tahu siapapun juga bahwa dia ingin istirahat di Puri Kediaman Pribadi Kaisar yang terletak di lereng Gunung Lawu Aku tidak ingin resmi resmian , Aku ingin beristirahat sejenak , demikian titah Kaisar kepada Para Cantriknya .Sesampainya disana , dia menghirup nafas dalam=dalam , terasalah kesegaran alam merasuk kedalam dadanya . Tetapi yang namanya lagi pusing , tetap aje kepikiran juga semua masalah yang terbentang dihadapan matanya . Akhirnya dia memutuskan untuk bermeditasi dikeheningan alam Gunung Lawu , siapa tahu dapat Wangsit supaya bisa memecahkan semua persoalan yang sedang dihadapinya.Menjelang Maghrib mulailah Kaisar duduk dialam terbuka dan agak jauh dari Puri tempat kediamannya , mulai bermeditasi . Sebelumnya dia perintahkan para jegger untuk berjaga jaga agak jauh dari tempat dia bermeditasi . Pelan-pelan dia pejamkan matanya untuk menenangkan pikiran dan bersatu dengan alam .Dalam keremangan senja ditambah kesenyapan alam Gunung Lawu sebentar saja dia sudah merasakan keheningan yang sangat menyejukkan perasaan . Cukup lama keheningan menyelimuti suasana tempat Kaisar bermeditasi , sayup - sayup terdengar bisikan halus ditelinganya , Bangunlah Anakku , buka matamu , katakanlah kepadaku apa yang kamu inginkan , suara seorang perempuan lembut menembus telinganya . Kaisar kaget dan tidak percaya terhadap pendengarannya , dia berkonsentrasi lebih khusuk lagi , sampai dia mendengar suara yang sama menembus kedalam telinganya .Kaisar membuka matanya perlahan-lahan , bukan main terkejutnya ,dihadapannya berdiri seorang perempuan yang hampir sebaya dengan dirinya sedang tersenyum manis kepadanya . Jika dilihat dari profilnya , Kaisar setuju kalau wanita yang sedang berdiri dihadapannya , waktu muda pasti cantik sekali , hanya sayang pakaiannya agak lusuh dan kotor , sehingga menimbulkan aroma yang kurang sedap . Belum hilang rasa terkejutnya ,perempuan dihadapannya berkata lagi , Apa yang sedang kau risaukan Anakku, ceriterakanlah kepadaku , aku bersedia membantumu , untuk menyelesaikan semua persoalanmu sampai tuntas , tapi syaratnya kamu bersedia memenuhi satu permintaanku .Kaisar tertegun , kemudian dia berkata pada perempuan yang ada dihadapannya , Ampun Ibunda Peri , tolonglah aku agar bisa keluar dari semua persoalan yang kuhadapi , Aku bersedia memenuhi permintaanmu itu . Kaisar menceriterakan semua persoalan yang dihadapinya , setelah selesai dia bertanya pada perempuan yang berdiri dihadapannya , Sekarang semua persoalan sudah Hamba ceriterakan , Apakah permintaan daripada Ibunda Peri sebenarnya ? . kata Kaisar .Kamu harus mau tidur bersamaku , jika sudah selesai nanti , Aku bersedia meyelesaikan semua persoalanmu , kata perempuan tua itu . Kaisar kaget , tetapi tenang kembali dan berpikir , ah apa susahnya sih yang penting kan dia mau membantuku dan mau menyelesaikan semua persoalan ku , masalah tua dan agak bau. yach saat ini nomor dua lah , toch dia juga bukan manusia , siapa tahu nanti waktu main penampilannya bisa berubah seperti Cleopatra, pokoknya yang penting gua nggak mau pusing dach,.. ?!?!Singkat cerita "mainlah" Kaisar dengan perempuan tua itu dialam terbuka . Setelah selesai , saat perempuan itu sedang membetulkan kainnya, Kaisar bertanya , Ibunda Peri , sekarang bagaimana aranya menyelesaikan semua persoalanku itu ? . Perempuan itu tertawa dan bertanya pada Kaisar , Anakku , berapakah sebenarnya umurmu sekarang .. ?Sudah cukup juga Ibunda Peri , 73 tahun , jawab Kaisar . Perempuan itu tertawa makin keras dan menjawab , Lho .koq sudah tua masih percaya sich kalau ada Peri . Perempuan itu bangkit , sambil tertawa dia segera berlalu dan berkata pada Kaisar , Terima kasih Anakku, rupanya walaupun sudah tua kamu ternyata masih boleh juga .. hi.. hi .. hiMendengar jawaban tsb Kaisar kaget berat dan jatuh pingsan .Kekekekee ....

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home